Waktu baca: 4 menit

BANDUNG — Setelah berbulan-bulan tersandung masalah operasional dan sempat terancam tutup permanen, harapan bagi Kebun Binatang Bandung kembali menyala. Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengunjungi langsung lokasi Taman Margasatwa tersebut pada Selasa (31/3/2026) dan membawa kabar yang menenangkan hati warga Kota Kembang: sebagian besar persoalan yang selama ini menghambat operasional sudah hampir sepenuhnya diselesaikan.

“Masalahnya sudah 90 persen selesai. Tinggal soal pengelolaan dan kepemilikan,” ujar Dedi Mulyadi dalam keterangannya usai meninjau kondisi terkini kebun binatang yang berdiri sejak 1935 tersebut.

Jaminan Gaji dan Pakan

Kunjungan mendadak Gubernur Dedi ke Bandung Zoo bukan sekadar inspeksi biasa. Ia datang dengan solusi konkret untuk dua persoalan paling krusial yang sempat mengguncang keberadaan kebun binatang ini: nasib ratusan karyawan dan kesejahteraan satwa koleksinya.Dedi memastikan gaji para pekerja kini ditanggung oleh Pemerintah Kota Bandung, dengan para pegawai terdaftar sebagai tenaga kerja Pemkot. “Mulai gajian tanggal 25 April,” tegasnya, memberikan kepastian bagi karyawan yang sebelumnya dilanda kekhawatiran akibat tunggakan pembayaran selama dua bulan .Tak berhenti di situ, tunggakan gaji yang sempat menjadi beban berat juga mulai dicicil oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat. “Untuk gaji yang belum terbayarkan, nanti hari Jumat mulai dicicil oleh Pemprov Jabar,” tambah Dedi, menunjukkan komitmen serius pemerintah daerah untuk menyelesaikan utang masa lalu .Di sisi kesejahteraan satwa, meski sempat diguncang kematian dua ekor anak harimau beberapa waktu lalu, Dedi menyebut kondisi hewan kini dalam keadaan aman. Kebutuhan pakan dan nutrisi dijamin tetap terpenuhi berkat dukungan dari Bank Jabar Peduli. “Hewannya makanannya cukup? Cukup! Nutrisinya nanti juga dapat dukungan dari Bank Jabar Peduli,” ungkapnya dengan tegas.

Seleksi Pengelola Baru Lewat Kompetisi Terbuka

Meski optimistis dengan penyelesaian 90 persen masalah, Dedi Mulyadi menegaskan pembukaan kembali Bandung Zoo untuk publik tidak akan dilakukan secara tergesa-gesa. Pemerintah tengah menyiapkan proses seleksi pengelola baru melalui mekanisme kompetisi terbuka, guna memastikan pengelolaan berjalan lebih profesional dan berkelanjutan ke depan.”Pengelolanya sedang dalam proses kompetisi. Siapa yang berminat silakan, tapi harus punya sertifikasi. Mengelola kebun binatang itu tidak mudah,” tegas Dedi, menegaskan standar ketat yang akan diterapkan untuk menghindari pengulangan masalah di masa lalu.

Bagi Gubernur yang baru menjabat beberapa bulan ini, keberadaan Bandung Zoo tidak bisa dibiarkan terlalu lama tertutup. Selain menjadi ruang rekreasi, tempat ini juga memiliki fungsi edukasi yang vital, terutama bagi generasi muda.”Semoga kebun binatang cepat dibuka untuk umum, supaya pengunjung bisa datang lagi dan jadi sarana edukasi,” ujarnya penuh harap.

Perjuangan Penyelamatan Aset Budaya Kota Kembang

Kebun Binatang Bandung, yang berdiri di atas lahan seluas 14 hektar di kawasan Tamansari, memang bukan sekadar tempat wisata biasa. Sebagai salah satu kebun binatang tertua di Indonesia, keberadaannya menyimpan nilai historis dan edukatif yang tak ternilai. Keterpurukan yang dialami beberapa bulan terakhir—mulai dari masalah korupsi pengelola sebelumnya hingga terancamnya kesejahteraan satwa dan karyawan—menjadi peringatan keras tentang pentingnya tata kelola yang transparan dan berkelanjutan.Dengan intervensi langsung Gubernur Dedi Mulyadi dan komitmen pemerintah daerah untuk menanggung gaji serta menjamin pakan satwa, Bandung Zoo kini berada di ambang babak baru. Tinggal menunggu penyelesaian sisa 10 persen masalah terkait pengelolaan dan kepemilikan, serta kelahiran pengelola baru yang berkualitas, untuk kembali menyambut pengunjung dengan standar yang lebih baik.Bagi warga Bandung dan penggemar satwa, kabar ini menjadi angin segar. Setelah berbulan-bulan hanya bisa melihat dari luar pagar, harapan untuk kembali berinteraksi langsung dengan beragam spesies yang menghuni taman ini kini semakin nyata. Tinggal menunggu waktu hingga gerbang Bandung Zoo kembali terbuka lebar, menyambut pengunjung dengan pengalaman yang lebih baik dan lebih bertanggung jawab.