Waktu Baca: 3 menit
SUBANG, JAWA BARAT — Delapan bulan setelah janji itu diucapkan, suara lengking anak-anak di Sungai Cigebang masih riang, lalu tiba-tiba teredam oleh jeritan dan cipratan air. Di tebing yang curam, sebatang jembatan kayu lapuk atau lebih tepatnya, sisa-sisa papan yang reyot masih menjadi satu-satunya penghubung bagi warga Kampung Cigebang. Setiap langkah di atasnya adalah taruhan. Motor terperosok, nenek-nenek tergelincir, dan anak-anak sekolah pun pernah hanyut terbawa arus.
Janji datang dari sosok yang mereka panggil “Kang Dedi”—Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Saat blusukan delapan bulan silam, ia berdiri di tempat yang sama, melihat kondisi tersebut Kang Dedi mengatakan “Ya sudah, Provinsi Jawa Barat akan membuatkan jembatan gantung yang bagus,” ucap Dedi kala itu, disambut sorak-sorai warga yang percaya.Tapi sorak-sorai itu kini berganti dengan pertanyaan yang menggantung, sama seperti jembatan yang tak kunjung dibangun.
Melalui sebuah video di TikTok, seorang warga bernama Nia (@niaanggraeni.nia8) menyuarakan kegelisahan yang sama,”Sudah 8 bulan sejak konten beredar, tapi belum ada perbaikan sama sekali. Bagaimana nih warga Jabar?”.
Video berdurasi pendek itu menjadi bukti visual yang tak terbantahkan, struktur kayu yang miring, celah-celah lebar antara papan, dan sungai di bawahnya yang mengalir deras. Unggahan itu viral, memaksa “Kang Dedi” akhirnya angkat bicara.Dedi Mulyadi menjelaskan bahwa proyek ini dikategorikan sebagai pembangunan jembatan baru, bukan sekadar perbaikan, sehingga prosesnya lebih panjang. “Kami menunggu lelang untuk dikerjakan oleh penyedia jasa,” katanya. Ia juga beralasan bahwa delapan bulan masih termasuk dalam tahap perencanaan dan penganggaran, serta membandingkannya dengan proyek infrastruktur lain yang terbengkalai hingga puluhan tahun.Yang menarik, sang gubernur juga menggeser sedikit beban tanggung jawab. Menurutnya, pembangunan jembatan sebenarnya dapat dilakukan dengan Dana Desa atau APBD Kabupaten.
Karena keterbatasan anggaran di tingkat lokal, Pemprov Jawa Barat akhirnya turun tangan.Di balik alasan administratif dan teknis, ada realitas yang lebih keras bagi warga Cigebang. Setiap hari, mereka mempertaruhkan nyawa untuk sekadar menyeberang. Janji “jembatan gantung yang bagus” masih menjadi khayalan di seberang sungai, sementara di seberang yang lain, hanya ada tumpukan harapan yang mulai lapuk dimakan waktu.Di Jawa Barat, di mana janji-janji pembangunan kerap dikumandangkan, nasib Jembatan Cigebang mengingatkan kita, terkadang, jarak terpanjang bukanlah antara dua tebing sungai, tetapi antara sebuah janji dan realisasinya.
Sumber:
Tulisan Artikel ini disusun berdasarkan pemberitaan dari Kompas.com yang terbit pada 19 Januari 2026, dengan judul “8 Bulan Tak Kunjung Dibangun, Warga Subang Tagih Janji Jembatan Dedi Mulyadi”, serta informasi pendukung dari tvOnenews.com. Respons Gubernur Dedi Mulyadi dikutip dari pernyataan resmi yang dilaporkan dalam artikel tersebut.




















