Waktu baca: 5 menit
Porostasik.com – TASIKMALAYA — Di balik gemerlap potensi pariwisata dan sumber daya alam yang melimpah, Kota Tasikmalaya tengah menghadapi dilema klasik pembangunan di Indonesia: infrastruktur yang terhambat di meja perundingan, sementara peluang ekonomi terus terkikis oleh keterbatasan akses.Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Diky Candra, akhirnya angkat bicara. Dalam sebuah pernyataan yang lugas namun penuh keprihatinan, ia mengungkapkan fakta pahit yang selama ini menggerogoti optimisme daerahnya: proyek Jalan Tol Gedebage–Tasikmalaya–Cilacap (Getaci) yang digadang-gadang bakal menjadi tol terpanjang di Indonesia dengan panjang lebih dari 206 kilometer tengah mengalami stagnasi akibat ketidakpastian status pembangunan.
“Iya, ada yang bilang enggak jadi, ada yang bilang diundur. Akhirnya orang tidak berani investasi,” ujar Diky, Selasa (14/4/2026), seperti dikutip dari laman RRI.
Informasi Simpang Siur Mematikan Minat Investor
Diky Candra tidak menyembunyikan kekecewaannya terhadap dinamika birokrasi yang berlarut-larut. Menurutnya, informasi yang beredar di publik mulai dari rumor pembatalan hingga penundaan tak terbatas telah berhasil membuat calon investor memilih strategi wait and see , atau dalam bahasa Diky: “menepi.”Kondisi ini bukan tanpa alasan. Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, sebelumnya telah mengonfirmasi bahwa minat investor terhadap proyek Tol Getaci memang minim. Penyebab utamanya? Proyeksi lalu lintas yang dinilai kurang menjanjikan, ditambah kompleksitas geologis jalur yang membelah pegunungan selatan Jawa.
“Belum lama ini, Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo mengatakan, salah satu penyebab utama sepinya investor adalah rendahnya proyeksi lalu lintas,” demikian dilaporkan Pikiran Rakyat.
Pemerintah pusat kini tengah mengevaluasi proyek strategis nasional ini agar tetap memberi manfaat ekonomi dan sosial, tanpa menjadi beban anggaran yang membengkak.
Starvision hingga Publik Figur
Diky Candra, kerugian akibat ketidakpastian ini bukan sekadar angka di atas kertas. Ia memberikan contoh konkret yang menyentil: produksi film garapan Starvision yang batal memilih Tasikmalaya sebagai lokasi syuting.”Akses jalan, bandara, dan kereta jadi pertimbangan utama. Kalau sulit dijangkau, orang akhirnya memilih daerah lain. Ini contoh kecil, yang saya pikir akan banyak untungnya bagi Tasikmalaya,” tuturnya.
Bukan hanya industri hiburan. Diky mengungkapkan bahwa publik figur hingga pelaku bisnis lainnya juga kerap mengeluhkan aksesibilitas yang terbatas. Dalam dunia yang semakin terhubung, keterisolasan geografis bukan lagi romantisme, melainkan kutukan ekonomi.”Kalau akses transportasi baik, orang akan datang. Uang juga ikut datang,” tegas Diky dengan logika yang sederhana namun sulit dibantah.
Sejarah Panjang Mandeknya Mega Proyek
Tol Getaci bukan proyek baru. Telah ditetapkan sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN) sejak 2020, proyek ini seharusnya menjadi tulang punggung konektivitas selatan Jawa, menghubungkan Bandung hingga Cilacap dengan estimasi investasi mencapai Rp 31,04 triliun untuk tahap pertama (Gedebage–Ciamis) saja.Perjalanannya penuh liku. Tahun 2022, konsorsium pemenang lelang yang dipimpin Jasa Marga mengalami default kontrak setelah Waskita Karya hengkang dari konsorsium PT JGC. Sejak itu, lelang ulang dilakukan berulang kali tahun 2023, 2024, dan rencana 2025 namun hasilnya nihil investor yang memenuhi kualifikasi.
Dua konsorsium yang pernah mencoba—konsorsium PT Trans Persada Sejahtera–PT Wiranusantara Bumi dan konsorsium PT Daya Mulia Turangga–PT China State Construction Overseas Development Shanghai—dinyatakan tidak lulus evaluasi dokumen prakualifikasi pada Mei 2024.
Kejelasan yang Tak Kunjung Datang
Yang lebih mengkhawatirkan, menurut Diky, adalah belum adanya pembahasan serius lintas pemerintah untuk menyikapi persoalan ini. Pemerintah daerah, provinsi, bahkan pusat semuanya tampak saling menunggu kejelasan arah kebijakan.”Termasuk pemerintah daerah atau provinsi, yang sama-sama menunggu kejelasan arah kebijakan pusat,” ungkapnya
Sementara itu, pembebasan lahan di beberapa titik seperti di exit tol Mangkubumi dan Kawalu terus berlangsung meski nasib proyek masih mengambang Paradoks yang ironis: tanah sudah dibebaskan, investor belum juga datang.
Masa Depan di Persimpangan Jalan
Bagi Tasikmalaya, Tol Getaci bukan sekadar jalan aspal. Ia adalah kunci pembuka isolasi, jembatan menuju kemakmuran, dan sarana untuk mengubah potensi menjadi kenyataan ekonomi.Namun dengan status proyek yang masih dalam penilaian ulang pemerintah pusat, warga Tasikmalaya hanya bisa bersabar atau dalam kasus Diky Candra terus bersuara agar suara mereka didengar di koridor-koridor kebijakan Jakarta.Seperti kata pepatah: “Jalan menuju Roma mungkin panjang, tapi jalan menuju Tasikmalaya tanpa tol terasa lebih panjang lagi.”
Sumber : RRI.co.id – Angkat Bicara Tentang Getaci, Diky Candra: Penting, Dongkrak Ekonomi Tasikmalaya: Tribun Cirebon – Mega Proyek Tol Getaci Terancam Batal! Investor Mundur : Kumparan – Menteri PU Sebut Tol Getaci Kurang Diminati Investor: Wikipedia – Jalan Tol Gedebage–Tasikmalaya–Cilacap : Pikiran Rakyat – Tol Getaci Belum Menarik Investor Pemerintah Lakukan Kajian Ulang : Insiden24 – Update Tol Getaci 8 Maret 2026: Progres Ganti Rugi Lahan: Trenmedia – Tol Getaci Siap Dibangun 2026, Bakal Jadi Tol Terpanjang di Indonesia]: Petisi Brawijaya – Mulai Dibangun 2026, Inilah Profil Calon Tol Terpanjang di Indonesia : Bisnis.com – Nasib 2 Proyek Tol Terpanjang Getaci & Gilimanuk-Mengwi : Tribun Priangan – 4 Perusahaan Termasuk dari China Gagal Prakualifikasi Lelang Tol Getaci : Detik Finance – Tak Laku-laku, Tol Terpanjang RI Mau Dilelang Lagi Awal Tahun Depan



















