Waktu Baca : 3 menit
Di balik teduhnya kawasan hutan Tasikmalaya, tersimpan potensi bencana yang tak bisa diabaikan. Longsor, banjir, hingga kebakaran hutan dan lahan mengintai, terutama di wilayah desa penyangga yang memiliki tingkat kerawanan cukup tinggi. Menyadari ancaman tersebut, pada Selasa pagi yang cerah (10/02), dua institusi kunci daerah duduk bersama merajut simpul koordinasi yang lebih kuat di Kantor BPBD Kabupaten Tasikmalaya, Jalan Otto Iskandardinata.
Menyatukan Langkah di Wilayah Rawan
Hadir dalam pertemuan tersebut, Wakil Administratur/KSKPH Tasikmalaya, Rodiana Rahman beserta jajarannya, yang diterima oleh Kepala Bidang Kebencanaan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Tasikmalaya, Abdul Azis Riswandi. Suasana hangat namun serius mewarnai diskusi, membahas peta kerentanan hingga skenario tanggap darurat.
Bagi Perhutani, sinergi ini bukan sekadar formalitas. Rodiana Rahman menegaskan komitmen perusahaannya untuk berada di garda terdepan mitigasi bencana. “Perhutani KPH Tasikmalaya berkomitmen untuk terus meningkatkan koordinasi dengan BPBD, terutama dalam penguatan mitigasi dan kesiapsiagaan kebencanaan di wilayah hutan dan sekitarnya. Sinergi ini penting agar penanganan bencana dapat dilakukan secara cepat, tepat, dan terkoordinasi,” ujarnya kepada awak media.
Ia menjelaskan, upaya preventif tak hanya soal respons cepat saat bencana terjadi. Pengelolaan hutan lestari dan patroli terpadu yang selama ini dijalankan, merupakan fondasi utama untuk mengurangi risiko bencana sejak dini. “Ini bagian dari upaya preventif kami,” imbuhnya.
Data Lapangan untuk Peringatan Dini
Di sisi lain, BPBD Kabupaten Tasikmalaya menyambut baik inisiatif ini. Abdul Azis Riswandi mengapresiasi langkah proaktif Perhutani. Menurutnya, peran kawasan hutan sebagai penjaga keseimbangan lingkungan tak tergantikan, sehingga kolaborasi dengan pengelolanya menjadi sangat strategis.
“Kami menyambut baik sinergi dengan Perhutani KPH Tasikmalaya. Kawasan hutan memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan, sehingga kolaborasi ini sangat strategis dalam upaya pengurangan risiko bencana di Kabupaten Tasikmalaya,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Abdul Azis memandang keterlibatan Perhutani dalam pemetaan wilayah rawan bencana dan pertukaran data lapangan sebagai kunci. Hal ini dinilai akan memperkuat sistem peringatan dini dan membuat penanganan kebencanaan di tingkat tapak menjadi lebih efektif. “Pertukaran data akan mempertajam analisis kami,” jelasnya.
Dari pertemuan yang berlangsung konstruktif tersebut, Perhutani KPH Tasikmalaya dan BPBD Kabupaten Tasikmalaya bersepakat untuk tidak berhenti pada komunikasi semata. Rencana tindak lanjut berupa mitigasi terpadu telah digarisbawahi sebagai agenda bersama. Komitmen ini menjadi napas baru bagi upaya perlindungan lingkungan dan, yang terpenting, keselamatan masyarakat Tasikmalaya yang tinggal di sekitar kawasan hutan.
sumber :
Perhutani



















