Waktu baca: 3 menit
Jakarta – Di tengah hiruk-pikuk dunia hiburan Tanah Air, kadang muncul suara yang menghentak kesadaran publik. Kali ini datang dari aktris dan sarjana lulusan luar negeri, Cinta Laura. Bukan tentang gosip percintaan atau gaya hidup mewah, melainkan tentang keprihatinannya terhadap arah beasiswa unggulan Indonesia.Artis berdarah Jerman ini mengkritik fenomena yang ia saksikan sendiri: beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) yang kerap jatuh ke tangan mereka yang secara finansial tak membutuhkan. Suara ini ia lontarkan dalam sebuah wawancara di YouTube Kemal Palevi pada 2024, namun gaungnya masih terasa relevan hingga kini.
“Kenalanku Anak Konglomerat, tapi Dapat Beasiswa Negara”
Dengan gaya bicara khasnya yang blak-blakan, Cinta mengawali pernyataannya dengan nada pilu. “Sesuatu yang bikin aku sedih tentang beasiswa ini,” ucapnya, menggambarkan kegelisahan yang mengendap di hatinya.Bintang film “Headshot” ini menceritakan pengalaman pribadinya memiliki kenalan dari kalangan superkaya yang justru menjadi penerima beasiswa LPDP. Deskripsinya tentang kemudahan finansial keluarga kenalannya itu begitu gamblang.”Aku punya kenalan, I’m not gonna say who, dia itu anak orang kaya banget, kaya banget. Nggak perlu beasiswa, orang tuanya tinggal criiing bayar university fees-nya,” katanya, menirukan suara transfer uang dengan nada sinis.”Tapi orang ini dapat beasiswa dari negara,” lanjutnya, masih dengan nada tak percaya.
Potensi Terpendam Anak Bangsa yang Terabaikan
Bagi lulusan Columbia University ini, ironi tersebut tak bisa dibiarkan begitu saja. Ia menekankan bahwa masih banyak pelajar Indonesia dengan kecerdasan di atas rata-rata yang hanya terhalang biaya untuk bisa berkuliah di perguruan tinggi impian mereka di luar negeri.”Sorry ya mungkin orang punya pendapat yang berbeda, tapi menurut aku banyak sekali anak Indonesia yang pintar banget tapi benar-benar nggak punya uang sehingga nggak bisa sekolah di luar negeri,” tuturnya dengan nada menyesal.”Padahal mereka kalau apply pasti diterima. Ayo bantu orang-orang kayak gitulah,” imbuhnya, mengajak publik untuk melihat realitas yang kerap terlewat.”Biar Mereka Bayar Sendiri!”Puncak pernyataan Cinta menjadi semacam sentilan keras bagi para pengelola beasiswa. Menurutnya, keberpihakan negara harus jelas tertuju pada mereka yang benar-benar membutuhkan, bukan mereka yang sudah berkecukupan.”Kalau orang-orang yang sudah kaya dan emang pintar, let them pay themselves (biar mereka bayar sendiri),” tegas aktris berusia 31 tahun ini.Ia menegaskan bahwa esensi beasiswa adalah bantuan, bukan hadiah untuk mereka yang sudah mampu. “Give the scholarships to people who really need it (berikan beasiswanya ke mereka yang benar-benar butuh), yang benar-benar nggak bisa afford sekolah di luar negeri,” pungkasnya.
Refleksi untuk Negeri
Pernyataan Cinta Laura ini seolah membuka kembali diskusi publik tentang efektivitas dan ketepatan sasaran program beasiswa andalan pemerintah tersebut. Apakah selama ini mekanisme seleksi sudah cukup tajam memilah antara mereka yang perlu dan mereka yang sekadar bisa?Di tengah hiruk-pikuk kabar artis yang kerap melulu soal drama rumah tangga atau gaya hidup mewah, suara Cinta Laura menjadi oase yang menyegarkan. Ia mengingatkan bahwa kepedulian terhadap masa depan bangsa bisa datang dari siapa saja, termasuk dari seorang bintang layar lebar.



















