Waktu baca: 3 menit
JAKARTA – Kamis pagi (12/2/2026) yang biasanya sibuk dengan lalu lintas data, berubah menjadi sunyi di jagat maya. Sejak pukul 08.00 WIB, layar-latar ponsel dan komputer di seluruh Indonesia tiba-tiba berganti status: No Internet Connection. PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk, raksasa telekomunikasi pelat merah, mengalami gangguan jaringan masif yang melumpuhkan akses internet dari Sabang sampai Merauke.Bagi Rina, seorang manajer operasional perusahaan logistik di Jakarta, pagi itu berubah menjadi mimpi buruk. “Kami tidak bisa melakukan transaksi perbankan secara daring, bahkan mengirimkan email penting untuk klien pun terhambat total. Ini sudah berlangsung lebih dari tiga jam,” keluhnya kepada tim Jaringanku.id, suaranya bergetar menahan frustrasi.Bukan hanya satu dari jutaan wajah Indonesia yang mendadak kehilangan denyut nadi digitalnya.Gangguan di Jalur Transaksi dan PendidikanGangguan ini tidak pandang bulu.
Mulai dari pengguna fixed broadband IndiHome di perkotaan hingga jaringan seluler Telkomsel di berbagai titik, semuanya merasakan dampaknya. Jakarta, Surabaya, Bandung, Medan, hingga Makassar menjadi wilayah yang paling terdampak, dengan laporan koneksi yang terputus total atau melambat drastis.Di tengah era di mana bekerja dari rumah (work from home) dan transaksi digital telah menjadi nadi kehidupan, gangguan ini ibarat menghentikan jantung perekonomian. Sektor perbankan dan layanan kesehatan, yang sangat bergantung pada konektivitas, dilaporkan mengalami hambatan operasional serius. Sementara itu, ribuan siswa dan mahasiswa yang tengah asyik dengan kelas daring mereka, terpaksa menutup laptop dan menunda sesi belajar.
Kerugian ekonomi akibat insiden ini diperkirakan mencapai miliaran rupiah per jam, sebuah angka yang terus membengkak seiring setiap detik yang berlalu tanpa koneksi.Tim Teknis “Berdarah-darah” di Tengah Kabut InformasiDi tengah lautan keluhan yang membanjiri media sosial, suara resmi akhirnya muncul. Ahmad Yudi, Vice President Corporate Communication Telkom Group, angkat bicara mewakili perusahaan. Dalam pernyataan resminya, ia membenarkan adanya gangguan pada sistem transmisi utama perusahaan.”Kami memohon maaf sebesar-besarnya atas ketidaknyamanan yang dialami pelanggan setia Telkom dan IndiHome,” ujar Yudi dalam keterangan pers yang dikutip Sultra Media (12/2/2026). “Saat ini, tim teknis kami di lapangan sedang bekerja keras untuk mengidentifikasi dan memulihkan gangguan yang terjadi.”Namun, hingga siaran pers ini diturunkan, Telkom masih menyimpan rapat penyebab pasti gangguan tersebut.
Dugaan awal mengarah pada masalah teknis di salah satu segmen vital, baik itu kabel laut maupun kabel serat optik darat yang selama ini menjadi tulang punggung konektivitas nasional.”Upaya pemulihan sedang menjadi prioritas utama,” tegas Yudi, seraya mengimbau pelanggan untuk terus memantau kanal komunikasi resmi guna mendapatkan informasi terbaru.Hingga berita ini ditulis, Indonesia masih menanti kepulangan “nyawa” digitalnya. Sementara di lapangan, para teknisi terus “berdarah-darah” membenahi jaringan, diiringi doa jutaan pasang mata yang hanya bisa menatap layar dan bertanya: “Kapan ini berakhir?”
Sumber:
Sultra Media



















