Waktu baca: 3 menit
Mereka datang tidak dengan derap langkah logam yang kaku, melainkan dengan gerakan yang mengalir. Di atas panggung megah perayaan Tahun Baru Imlek, lampu sorot menyorot lebih dari selusin sosok yang tak sepenuhnya manusia. Mereka berpasangan dengan aktor sungguhan, beradu jurus kungfu, mengayunkan tongkat dan nunchaku dengan luwes, seolah telah bertahun-tahun berlatih di vihara.
bukan adegan film fiksi ilmiah. Ini adalah wajah baru teknologi China
Acara tahunan CCTV Spring Festival Gala, program yang dinanti jutaan pasang mata, menjadi saksi bisu sebuah lompatan. Robot humanoid buatan negeri tirai bambu tak lagi sekadar mesin yang berjalan kaku di treadmill atau berenang di kolam uji. Malam itu, mereka naik level menjadi penari, pendekar, dan pesalto yang lincah.
Empat nama menjadi dalang di balik pertunjukan ini, Unitree Robotics, Galbot, Noetix, dan MagicLab. Mereka adalah perusahaan-perusahaan yang selama ini bekerja diam-diam menyempurnakan sistem keseimbangan dan kelenturan.
“Gerakan tangannya terlihat semakin menyerupai tangan manusia,” demikian pengamatan para pewarta asing dari Al Jazeera dan NBC News yang turut menyaksikan. Dalam sebuah segmen, robot-robot itu menggenggam pedang dengan kuat, lalu mengayunkannya dalam gerakan tari pedang tradisional yang anggun. Tak ada lagi citra robot yang patah-patah dan canggung.Puncaknya, beberapa robot melakukan salto berulang kali dengan stabil di atas panggung. Mereka jatuh—karena memang skenario pertarungan memungkinkan itu—namun mereka bangkit kembali dengan cepat, seolah tulang-tulang elektronik mereka dilengkapi peredam kejut sempurna.



















