Waktu baca: 4 menit

Jakarta – Senja di penghujung Sabtu, 7 Maret 2026, membawa kabar duka yang mengejutkan industri musik Indonesia. Oxavia Aldiano, atau yang dikenal luas sebagai Vidi Aldiano, menghembuskan napas terakhirnya pada pukul 16.33 WIB, didampingi oleh keluarga tercinta . Di usia yang masih sangat muda, 35 tahun, sang pelantun “Nuansa Bening” itu menutup babak perjuangan panjangnya melawan kanker ginjal yang telah diidapnya sejak enam tahun lalu. Kabar wafatnya Vidi pertama kali beredar melalui pesan singkat dari keluarga kepada awak media. Ayahnya, Harry Aprianto, menyampaikan dengan kalimat yang penuh ikhlas: “Telah wafat anak saya: OXAVIA ALDIANO bin HARRY APRIANTO. Vidi wafat didampingi seluruh keluarga besar yang ikhlas akan kepergiannya menghadap Alloh SWT, 7 Maret jam 16:33. Selamat Jalan Menuju Cahaya Ilahi Nak”

Tidak lama berselang, dunia maya dipenuhi ungkapan duka dari rekan-rekan musisi. Deddy Corbuzier, sahabat sekaligus partner podcastnya, menulis dengan pilu di Instagram: “I hate myself for not knowing you longer than I should. My heart is broken. Badly broken. You gone too soon Beautiful soul“. Andi Rianto dan Rian Ekky Pradipta dari D’Masiv juga turut mengabarkan kabar duka tersebut melalui media sosial masing-masing.



Perjuangan Enam Tahun Melawan Kanker

Perjalanan Vidi bersama penyakitnya dimulai pada Oktober 2019, ketika ia memeriksakan diri akibat kehilangan suara. Pemeriksaan awal menunjukkan tekanan darahnya tiba-tiba tinggi, sesuatu yang aneh baginya yang tidak memiliki riwayat hipertensi dalam keluarga . Hasil pemeriksaan lanjutan di Singapura membuahkan diagnosis yang mengguncang: kanker ginjal stadium tiga dengan tumor sebesar lima sentimeter di ginjal kirinya.

Operasi pengangkatan ginjal kiri dilakukan pada akhir 2019. Namun perjuangannya tidak berhenti di situ. Pada 2021, kanker kembali terdeteksi meski sempat dinyatakan membaik. Tahun 2023, Vidi mengungkapkan bahwa penyakitnya telah mengalami metastasis menyebar ke beberapa bagian tubuh lainnya

Selama bertahun-tahun, Vidi menjalani siklus kemoterapi yang ia sebut dengan istilah “spa day” dengan humor khasnya. Pengobatan intensif itu membawa efek samping berat, termasuk penurunan berat badan drastis yang terlihat jelas dalam unggahan-unggahannya di media sosial.

“Terima Kasih, Kanker”

Tepat enam tahun setelah diagnosis, pada Desember 2025, Vidi menulis unggahan yang kini terasa sangat mengharukan. Dalam tulisan berlatar hitam, ia berkata: “Terima kasih Kanker, untuk 6 tahun terakhir ini. Hari ini tepat 6 tahun saya berkenalan dengan hadiah Tuhan berupa kanker. Banyak perubahan sejak hari itu. Mindset shifted. Dan cara aku melihat dunia, bersyukur akan hal-hal yang sebelumnya enggak pernah disadari”.

Unggahan terakhirnya di Instagram, pada 8 Februari 2026, adalah foto pernikahan sahabatnya Rangga Laksmana. Vidi menuliskan kekesalannya karena tidak bisa hadir: “Sedih banget banget, karena hari ini jadi berhalangan hadir untuk menyaksikan moment kalian berdua” . Kini, unggahan itu telah dibanjiri ribuan komentar duka dari Maia Estianty, Melly Goeslaw, Mahalini Raharja, dan puluhan ribu penggemar.

Jejak Karier yang Bersinar

Lahir di Jakarta, 29 Maret 1990, Vidi tumbuh dalam keluarga yang dekat dengan musik. Namanya, Oxavia Aldiano, merupakan gabungan dari dua suku kata dengan “Aldiano” sebagai singkatan dari “Finally He Nongol”—candaan orang tuanya .

Karier profesionalnya dimulai pada 2008 dengan album Pelangi di Malam Hari . Lagu “Nuansa Bening” milik Keenan Nasution yang ia bawakan menjadi tonggak utama, membuktikan bahwa penyanyi solo pria masih punya tempat di industri yang saat itu didominasi grup musik dan penyanyi wanita. Hits berikutnya seperti “Status Palsu” dan “Cinta Jangan Kau Pergi” semakin mengukuhkan namanya.

Sepanjang kariernya, Vidi meraih berbagai penghargaan bergengsi, termasuk Artis Pria Terfavorit MTV Indonesia Awards 2009 dan Penyanyi Pria Favorit Indonesia Kids’ Choice Awards 2011 . Ia juga merambah dunia akting melalui serial Stereo NET TV, di mana ia bertemu dengan Sheila Dara Aisha—wanita yang kemudian menjadi istrinya pada 15 Januari 2022.

Kepergian Vidi Aldiano bukan sekadar kehilangan seorang penyanyi berbakat, tetapi juga sosok yang telah mengubah cara banyak orang memandang penyakit. Dengan keterbukaannya, ia menunjukkan bahwa kanker bukanlah akhir dari segalanya, melainkan babak baru yang mengajarkan arti kesabaran, ikhlas, dan cinta tulus.