Waktu baca: 3 menit

LAHAT, SUMATERA SELATAN — Di sebuah penginapan di Kelurahan Bandar Agung, Kecamatan Lahat, AF (23) menjalani malam-malam terakhirnya sebagai orang bebas. Kurang dari 24 jam sebelumnya, tangannya yang sama telah menggorok leher ibu kandungnya sendiri, SA(63), membakar jasadnya, lalu memutilasi tubuh sang ibu menjadi tiga bagian yang dimasukkan ke dalam karung goni.

Kasus yang menggemparkan Kabupaten Lahat ini terungkap pada Rabu (8/4) dini hari, ketika warga Desa Karang Dalam, Kecamatan Pulau Pinang, menemukan tiga karung berisi potongan tubuh manusia yang terkubur di kebun milik korban. Tangan-tangan yang menggali tanah basah itu bukan milik siapa-siapa, melainkan anak kandung korban sendiri yang meminta bantuan warga untuk “mengubur sesuatu” tanpa mengungkapkan apa isi karung-karung itu.

Jerat Kecanduan Judi Online

Kasat Reskrim Polres Lahat, AKP Muhammad Ridho Pradani, mengungkapkan bahwa motif pembunuhan ini tak lepas dari candu AF terhadap judi online (judol), khususnya permainan slot. “Pelaku kesal tidak diberi uang oleh korban untuk bermain judi online,” kata Ridho.

Kisah tragis ini sebenarnya sudah dimulai jauh sebelum Sabtu (28/3) siang, saat AF mengambil nyawa ibunya di Desa Danau Belidang, Kecamatan Mulak Sebingkai. Beberapa waktu sebelum pembunuhan, pelaku sudah mencuri cincin emas milik korban untuk dijual demi memenuhi hasrat berjudi. Ketika ketahuan oleh sang ibu, AF nekat membunuh bukan karena rasa bersalah, melainkan agar kejahatannya tak terungkap

“Jasad korban sempat dibakar dan dimutilasi,” tambah Ridho, menggambarkan betapa dinginnya hati pemuda itu menghadapi tubuh yang pernah mengandungnya sembilan bulan.Selama kurang lebih satu minggu, keberadaan SA hilang tanpa jejak. Keluarga mulai curiga ketika sang ibu tak kunjung pulang. Pencarian intens dilakukan oleh keluarga, hingga akhirnya seorang warga bernama R memberikan petunjuk penting: ada aktivitas penggalian tanah di kebun korban atas permintaan AF .Saksi S (49), anak kandung korban lainnya, menjadi orang pertama yang melaporkan penemuan jenazah ke polisi pada Rabu (8/4) sekitar pukul 00.15 WIB. Ketika karung-karung itu dibuka, tak ada yang menyangka bahwa potongan tubuh di dalamnya adalah SA ibu yang dicintai, yang ternyata telah dibunuh dan dimutilasi oleh saudara kandung mereka sendiri.

Kasus ini bukan sekadar kriminalitas biasa ini adalah cerminan bahaya judi online yang merajalela, merenggut nyawa bukan hanya dari para penjudi yang kalah, tapi juga dari orang-orang terdekat mereka. Ketika mesin slot berhenti berputar, yang tersisa bukan hanya kekalahan finansial, tapi juga kehancuran moral dan dalam kasus tragis ini kehilangan nyawa seorang ibu yang tak bersalah.