Waktu baca: 4 menit

Bekasi — Sebuah video yang beredar di media sosial pada Rabu malam, 1 April 2026, mengabadikan momen mencekam ketika kepulan asap putih pekat memenuhi ruas Jalan PU, Kampung Cinyosog, Cimuning, Kecamatan Mustikajaya. Asap tersebut begitu tebal hingga jarak pandang di lokasi sempat tertutup secara signifikan, menciptakan suasana seperti di tengah badai salju—hanya saja yang menggantung di udara adalah gas berbahaya, bukan kristal es.

Peristiwa ini dibenarkan oleh Doni Saputra (38), salah satu karyawan Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) yang beroperasi di kawasan tersebut. Dalam keterangannya, Doni memastikan bahwa rekaman yang beredar diambil di area SPBE tempatnya bertugas. Ia menyebutkan bahwa kepulan asap putih yang mengaburkan jalan tersebut diduga berasal dari kebocoran gas di area stasiun pengisian.

Video tersebut merekam detik-detik genting sebelum tragedi besar terjadi. Sekitar pukul 20.30 WIB, warga sekitar seperti Abdul Muhi (36), yang tinggal tepat di sebelah SPBE, mulai mendengar keributan dari dalam stasiun. “Pegawai di dalam panik karena ada kebocoran gas,” ujar Abdul di lokasi kejadian, Kamis (2/4/2026).Tak lama berselang, gas menyebar dengan cepat dan tercium cukup kuat di udara. Melihat kabut gas menutupi jalan, Abdul langsung bertindak cepat mengevakuasi keluarganya sambil memperingatkan warga sekitar. “Saya memanggil warga agar tidak ada yang berada di di dalam rumah. Saya juga mengevakuasi ibu saya,” katanya.

Tak lama setelah peringatan tersebut, ledakan dahsyat terjadi. Api menyambar dengan cepat, menghanguskan tidak hanya fasilitas SPBE, tetapi juga merembet ke permukiman padat di sekitarnya. Ledakan disertai percikan api yang menyambar bangunan di sekitar lokasi, termasuk ruko dan rumah warga.Berdasarkan data terbaru, kebakaran yang berlangsung sejak pukul 21.30 WIB itu baru dapat dipadamkan setelah berjam-jam, tepatnya pukul 03.45 WIB pada Kamis dini hari. Sebanyak 17 orang menjadi korban, dengan sebagian mengalami luka bakar serius mencapai 60-70 persen. “Ada yang langsung terkena kobaran api dan dibawa ke rumah sakit,” tambah Abdul.

Plt Kadis Damkar Kota Bekasi, Heryanto, mengungkapkan bahwa kebocoran gas yang terdeteksi sejak sore hari diduga menjadi pemicu utama. “Informasi ini saya dapat dari pernyataan salah satu warga yang berada di sekitar lokasi. Karena warga bilang ada bau gas. Jadi pemicunya adalah salah satunya hubungan pendek arus listrik yang menyebabkan ledakan gas,” jelasnya.Kerugian material juga sangat besar. BPBD Kota Bekasi mencatat 15 rumah tinggal, 4 kios, 2 kios tambahan, satu musala, tiga unit lapak, enam unit truk SPBE, dan tujuh unit kendaraan roda dua mengalami kerusakan. Area seluas kurang lebih 2.000 meter persegi terdampak dalam insiden ini.Saat ini, Tim Labfor dari kepolisian masih menyelidiki penyebab pasti kebakaran. Garis polisi telah dipasang di depan gerbang SPBE yang terbakar, sementara bau hangus masih tercium dari lokasi kejadian.Video yang merekam kepulan asap putih pekat itu kini menjadi dokumentasi penting yang menunjukkan betapa tipisnya garis antara keadaan normal dan tragedi—sebuah peringatan keras tentang pentingnya protokol keselamatan di fasilitas yang menangani bahan bakar berbahaya.