Tasikmalaya, 6 Januari 2025 – Institut Nahdlatul Ulama (INU) Tasikmalaya secara resmi menyerahkan 111 mahasiswanya kepada Pemerintah Kecamatan Cineam untuk melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tahun 2026. Prosesi penyerahan berlangsung khidmat, dihadiri unsur Forkopimcam, seluruh kepala desa, perwakilan ormas keagamaan, serta dosen pembimbing.

Kegiatan KKN ini merupakan implementasi nyata dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya poin pengabdian kepada masyarakat. Rektor INU Tasikmalaya, Dr. H. Pepep Puad Muslim, M.S.I., dalam sambutannya menegaskan bahwa program ini adalah wujud sinergi strategis antara kampus, pemerintah, dan masyarakat.

“Sebagaimana firman Allah SWT dalam QS. Al-Hujurat ayat 13, kita diciptakan untuk saling mengenal. KKN adalah medium konkret untuk mewujudkan kebersamaan, saling menghormati, dan kerja sama itu,” ujar Rektor.

3Peran Strategis KKN dalam Pembangunan Desa

Keberadaan program KKN di Indonesia memiliki akar sejarah dan peran strategis. Sejak diinisiasi secara nasional pada 1970-an, KKN dirancang sebagai jembatan antara teori kampus dan realitas pembangunan di lapangan. Di era sekarang, KKN berevolusi menjadi sarana penerapan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), yang mendorong pembelajaran di luar kampus.

Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) dalam berbagai publikasinya menekankan pentingnya sinergi triple helix (akademisi, pemerintah, dan masyarakat) untuk mencapai target pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) di tingkat desa. Program KKN seperti ini dianggap sebagai instrumen efektif untuk mengakselerasi pembangunan, khususnya dalam bidang pendidikan, ekonomi kerakyatan, dan ketahanan sosial (Sumber: Bappenas).