Waktu baca: 3 menit
BINJAI — Matahari masih menyengat di langit Sumatera Utara, namun panasnya tak sebanding dengan frustrasi puluhan sopir truk yang telah berjam-jam menggantungkan nasib di pom bensin. Di SPBU Binjai Barat, antrean kendaraan bermuatan logistik itu mengular hingga tiga kilometer, menciptakan pemandangan yang lebih mirip konvoi darurat ketimbang aktivitas pengisian bahan bakar biasa.
Krisis yang Menggerus Waktu dan Kesabaran
Yudi Mangon, seorang sopir truk berusia 35 tahun, mengisahkan perjuangannya selama dua hari terakhir. “Saya sudah dua hari berkeliling Kota Medan dan Deli Serdang untuk mendapat solar. Saya mengantre berjam-jam di beberapa SPBU. Saat sudah dekat giliran mengisi, stok habis,” ujarnya kepada Kompas.id saat mengantre di SPBU Jalan Medan-Sampali, Kabupaten Deli Serdang.
Pemandangan serupa terulang di berbagai sudut Sumatera Utara. Di sepanjang Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) dan Jalan Lintas Timur Sumatera, antrean truk dan kendaraan logistik memanjang hingga satu kilometer lebih, menciptakan kemacetan yang merembet ke jalur-jalur utama. Beberapa SPBU terpaksa memasang plang pengumuman: “Biosolar dalam Perjalanan” — sebuah kalimat yang kini ditakuti para sopir.
Isu kelangkaan BBM yang berkembang di masyarakat sempat dikaitkan dengan kekhawatiran akan dampak konflik internasional. Namun Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Daerah Kota Medan, Citra Effendi Capah, menegaskan bahwa stok BBM di Sumatera Utara dalam kondisi aman. “Isu yang berkembang (soal kelangkaan BBM akibat perang AS-Israel vs Iran), seperti yang disampaikan Pertamina tadi, tidak benar,” katanya
Namun bagi Yudi dan ribuan sopir lainnya, kelangkaan ini bukanlah isu semata. “Memang Biosolar sudah langka dalam beberapa minggu terakhir, khususnya di jalan lintas Sumatera, Medan, dan Deli Serdang,” tegasnya.

Menjelang Lebaran, Ketegangan Meningkat
Krisis solar tak hanya melanda Sumatera Utara. Di Riau, antrean truk menghabiskan waktu hingga dua jam untuk mendapatkan BBM bersubsidi, dengan Pertamina membatasi kuota pengisian di sejumlah SPBU.Lebih mengkhawatirkan, menjelang Idulfitri 2026, kelangkaan solar di Jalinsum Lintas Timur mengancam pemudik dan truk pengangkut barang. Pemerintah Kota Medan kini bersiaga. “Pemerintah Kota Medan bersama aparat terkait akan melakukan pengawasan agar distribusi BBM dapat dinikmati secara adil oleh masyarakat,” janji Effendi Capah.



















