Bandung, 8 Januari 2026 – Organisasi Masyarakat (Ormas) KangPrabu, salah satu kelompok pendukung terstruktur untuk Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, menggelar rapat koordinasi strategis di Sekretariat Hotel Lodaya 83, Kota Bandung. Pertemuan yang dihadiri seluruh jajaran pimpinan pusat dan pendiri ini menjadi langkah krusial untuk menyelaraskan aspek legalitas organisasi dan memantapkan komitmen struktural.
Menjaga Legalitas di Atas Segalanya
Rapat yang dipimpin oleh Sekretaris Jenderal KangPrabu, Drs. Wawan J. Surakusumah, secara mendalam membahas perkembangan terbaru terkait perubahan Akta Pendirian organisasi. Langkah revisi akta ini merupakan bentuk kepatuhan proaktif KangPrabu terhadap ketentuan hukum yang mengatur penggunaan nama atau unsur tertentu dalam sebuah organisasi, yang kerap memerlukan izin khusus dari instansi berwenang.
“Proses permohonan akta baru telah resmi diajukan. Ini adalah langkah fundamental untuk memastikan fondasi hukum KangPrabu kokoh dan tidak terbantahkan sebelum kami melangkah lebih luas dalam aktivitas operasional di lapangan,” tegas Wawan dalam pemaparannya, seperti dilaporkan porosmedia.com.
Penekanan pada aspek legalitas ini mendapat penguatan dari Drs. H. Momon Abdurohman, selaku Dewan Pengawas KangPrabu. Momon menegaskan bahwa integritas organisasi dimulai dari kepatuhan hukum dan konsistensi seluruh pengurus dalam menjalankan mandatnya. “Tanpa komitmen dan konsistensi yang tertib, roda organisasi sebesar apapun tidak akan berjalan optimal,” ujarnya.
Seleksi Ketat Organisasi Sayap dan Penegasan Doktrin Catur Bakti
Pembahasan juga mengerucut pada strategi kelembagaan, khususnya penataan organisasi sayap. Haji Momon mengingatkan pentingnya selektivitas ketat dalam menerima atau membentuk sayap-sayap organisasi. Tujuannya jelas: menghindari duplikasi fungsi, tumpang tindih kewenangan, dan potensi friksi di lapangan yang dapat melemahkan koordinasi.
Kebijakan selektif ini kemudian diperjelas oleh Dr. Rachmat Partasasmita, SH., M.Si. “Prinsip kami terbuka untuk kolaborasi, namun lebih mengutamakan kualitas dan keselarasan visi. Mekanisme seleksi dan kerja sama ini akan diatur secara formal dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) untuk menjamin transparansi dan keadilan,” paparnya. Dukungan terhadap konsolidasi ini diungkapkan Boy Soerakusumah, Ketua Harian IWS-I, yang menyatakan kesiapan lembaganya untuk bersinergi secara formal sebagai salah satu sayap KangPrabu.
Tak hanya aspek struktural, rapat juga menjadi momen penguatan ideologi kader. Dr. Rachmat Partasasmita memberikan pembekalan mendalam mengenai doktrin “Catur Bakti”, yang menjadi landasan nilai bagi setiap anggota KangPrabu. Doktrin tersebut dirinci menjadi empat pilar utama:
- Bakti pada Keadilan: Mengakui bahwa keadilan sejati milik Tuhan YME, dan organisasi wajib menegakkan hak dan kewajiban setiap anggota.
- Bakti pada Kesetiaan: Berwujud pada pengakuan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang berlandaskan Pancasila dan UUD 1945, serta ketaatan pada AD/RT organisasi sebagai bentuk bela negara.
- Bakti pada Kejujuran: Menjunjung tinggi etika dan moral, baik secara pribadi maupun dalam interaksi di lingkungan organisasi.
- Bakti pada Kesejahteraan: Berkomitmen untuk memperjuangkan kehidupan layak bagi seluruh rakyat Indonesia, terpenuhinya sandang, pangan, dan papan.
Menghargai Jejak Perjuangan Pendiri
Pada sesi penutup, Zaenuril, perwakilan dari IWS-I, mengingatkan pentingnya budaya menghargai sejarah dan dedikasi para pendiri organisasi. “Setiap apresiasi dan jejak perjuangan para pendiri yang telah membangun fondasi ini harus menjadi inspirasi dan pemicu semangat bagi pengurus sekarang untuk berkarya lebih besar,” pesannya.
Dengan langkah perkuatan administrasi hukum, penataan struktur sayap, dan peneguhan doktrin Catur Bakti, KangPrabu menandai dimulainya fase konsolidasi intensif. Organisasi ini optimis dapat segera berakselerasi dalam menjalankan program-program strategisnya menyambut dinamika politik nasional ke depan.
Sumber Berita:
POROS Media. “Konsolidasi Internal Kangprabu: Penyesuaian Administrasi dan Penguatan Doktrin Catur Bakti”. 9 Januari 2026. (https://porosmedia.com/konsolidasi-internal-kangprabu-penyesuaian-administrasi-dan-penguatan-doktrin-catur-bakti/)
Editor : Mang Asuy



















