Waktu baca : 2 menit
Dalam langkah strategis menghadapi lingkungan keamanan global yang dinilai semakin tidak stabil, Malaysia mengonfirmasi pengembangan dua sistem persenjataan masa depan, drone kamikaze (loitering munition) dan sistem senjata berenergi terarah atau laser.
Pengembangan ini dipimpin oleh Kementerian Pertahanan Malaysia melalui perusahaan pertahanan negara, DRB-HICOM Defence Technologies (Deftech). Menteri Pertahanan, Datuk Seri Mohamed Khaled Nordin, menyatakan bahwa inovasi ini merupakan bagian dari transformasi kemampuan pertahanan negara untuk menghadapi tantangan keamanan kontemporer yang kompleks.
“Kita hidup di dunia yang semakin tidak stabil. Karena itu, kita harus memastikan angkatan bersenjata kita dilengkapi dengan teknologi terkini,” tegas Khaled, seperti dikutip dari laporan media.
Drone kamikaze yang dikembangkan, dengan nama proyek “Malaysia Loitering Munition” (MLM), dirancang untuk dapat diluncurkan dari kendaraan darat. Sistem ini akan memberikan kemampuan serang presisi terhadap berbagai target di medan perang modern. Sementara, senjata laser atau High Energy Laser (HEL) dikembangkan untuk misi pertahanan, khususnya menangkal ancaman dari udara seperti drone dan rudal.
Langkah ini mengindikasikan peningkatan signifikan dalam industri pertahanan domestik Malaysia dan upaya mengurangi ketergantungan pada persenjataan impor. Pengembangan teknologi ini juga dipandang sebagai respons terhadap tren modernisasi militer di kawasan Asia Tenggara dan eskalasi ketegangan di beberapa titik dunia.


















