Waktu baca: 6 menit

Ketika Kabinet Tampak Tak Sinkron, Purbaya Kaget, Dadan Bilang “Sudah Masuk Anggaran”

JAKARTA — Sebuah video viral yang beredar di media sosial pada awal April 2026 mengguncang perhatian publik. Ribuan motor listrik berwarna biru muda dengan logo Badan Gizi Nasional (BGN) tersusun rapi dalam sebuah gudang besar, mengundang spekulasi liar tentang skala pengadaan yang disebut-sebut mencapai 70.000 unit untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG). Namun yang lebih mencengangkan adalah reaksi Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa ketika ditanya soal ini: ia benar-benar tidak tahu.

“Ini gosip ya? Saya cek lagi,” ujar Purbaya dengan ekspresi bingung dalam diskusi media di Kementerian Keuangan, Selasa (7/4/2026) . Pernyataan itu menciptakan tanda tanya besar: bagaimana mungkin pengadaan ribuan unit kendaraan senilai miliaran rupiah lolos dari radar keuangan negara?

Plot Twist Ditolak Tahun Lalu, “Muncul” Tahun Ini

Purbaya mengungkapkan fakta menarik: pengajuan serupa sebenarnya pernah masuk ke mejanya tahun lalu, namun ditolak mentah-mentah. Alasannya? Efisiensi anggaran. “Tahun lalu sempat kita nggak mau, kita tolak untuk beli komputer yang terlalu banyak dan beli motor,” kenangnya.Menurut ekonom yang pernah menjabat sebagai Kepala Bappenas ini, anggaran MBG harusnya difokuskan pada substansi utama: makanan. “Bukan nggak boleh, kita nggak tahu programnya seperti apa, tapi kan harusnya utamanya untuk makanan. Kalau yang pebisnis kan udah untung cukup, mereka cicil dari sana harusnya,” tegas Purbaya.Namun ironisnya, motor-motor itu kini nyata-nyata berada di gudang, meski Menteri Keuangan mengaku buta akan proses pengadaannya.

Kepala BGN , “Sudah Masuk Anggaran 2025, Kok”

Sementara itu, di sisi lain istana, Kepala BGN Dadan Hindayana angkat bicara dengan nada yang kontras. Dengan tegas ia menyatakan pengadaan motor listrik memang bagian dari perencanaan anggaran 2025 dan ditujukan untuk mendukung operasional Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau yang kerap disebut “Kepala Dapur MBG”.

“Pengadaan motor ini memang masuk dalam anggaran 2025. Fungsinya untuk mendukung operasional Kepala SPPG,” ujar Dadan, yang juga guru besar Institut Pertanian Bogor ini, di Jakarta pada hari yang sama .Dadan pun membantah keras klaim viral tentang 70.000 unit. Angka yang sebenarnya, menurutnya, adalah 21.801 unit dari total pesanan 25.000 unit. “Informasi 70.000 unit itu tidak benar,” tegasnya.

Motor “Sultan” untuk Dapur Rakyat?

Yang membuat publik semakin gerah adalah spesifikasi motor yang dipilih. Berdasarkan penelusuran dari video viral, motor tersebut diduga adalah tipe Emmo JVX GT — kendaraan listrik bergaya adventure/trail yang dibanderol sekitar Rp56,8 juta per unit.

Dengan budget segitu, masyarakat bisa membeli 2-3 unit motor matic konvensional. Spesifikasi “sangar” motor ini meliputi daya 7.000 watt, kecepatan maksimal 80 km/jam, dan fitur fast charging — seolah disiapkan untuk medan ekstrem di wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar), bukan sekadar mengantar makanan di perkotaan.

Terparkir Mulus, Belum Jadi BMN

Meski sudah tersedia, Dadan memastikan motor-motor tersebut belum didistribusikan. Alasannya? Proses administrasi sebagai Barang Milik Negara (BMN) masih berjalan. “Motor tersebut belum dibagikan. Setelah seluruhnya lengkap, akan dicatat terlebih dahulu sebagai BMN sebelum didistribusikan,” jelasnya

Proses realisasi pengadaan sendiri dimulai secara bertahap sejak Desember 2025 — sebuah timeline yang menarik mengingat kontroversi ini meletup di April 2026.

DPR Turun Tangan , Ada Pelanggaran Anggaran ?

Ketidaksinkronan antara Kementerian Keuangan dan BGN tak luput dari sorotan legislatif. Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Charles Honoris, menyatakan jika pengadaan ini benar-benar pernah ditolak Kemenkeu namun tetap dijalankan BGN, maka ini masuk ranah pelanggaran tata kelola anggaran negara.

“Kalau benar pengadaan ini sudah pernah ditolak oleh Kementerian Keuangan, lalu tetap dijalankan oleh BGN, maka ini sudah masuk ranah pelanggaran dalam tata kelola anggaran negara,” tegas Charles, yang berencana memanggil pimpinan BGN untuk meminta pertanggungjawaban.

Pertanyaan yang Menggantung

Kontroversi ini meninggalkan sejumlah tanda tanya krusial: Bagaimana pengadaan 25.000 unit motor bisa lolos tanpa sepengetahuan Menteri Keuangan? Apakah ini indikasi disharmoni antarlembaga di tengah gencarnya program efisiensi anggaran pemerintah? Dan yang terpenting: apakah motor listrik Rp56 juta per unit memang kebutuhan esensial, atau justru bentuk pemborosan di tengah tekanan fiskal negara?
Seperti kata Purbaya: “Saya akan coba cek lagi.” Namun bagi publik, penjelasan “tidak tahu” dari penjaga kas negara tentang pengeluaran potensial mencapai triliunan rupiah sungguh sulit diterima.

sumber :Purbaya soal Motor Listrik ,CNN ,detikFinance, ,fin.co.id



[12 pcs] Piring Melamin Ceper 9 Inch Prasmanan Semi Melamin+++

Semua barang ready stock, dikirim 100% sesuai pesanan dalam 24 jam. Selamat berbelanja!

Detail Produk: Dimensi piring: 23 cm (9 inch), tinggi

2 cm.

Terbuat dari semi melamine tebal, tahan panas. Cocok untuk prasmanan. Bahan berkualitas, produk tebal dengan kualitas terbaik.

Pengemasan & Keunggulan: Packing gratis bubble

wrap/kardus. Pengiriman lewat proses quality control. Gratis bubble wrap/kardus dan stiker fragile. Bayar ditempat (COD) tersedia. Belanja aman, rapi, dan terjamin kualitasnya.

Kenapa Belanja di Indopiring? – Bahan terbaik,

produk tebal. Packing rapi dan aman. Proses pengiriman lewat quality control. – Gratis bubble wrap/kardus dan stiker fragile. – Bayar ditempat (COD).