Sabtu, 18 Januari 2026 – Gangguan listrik luas yang bisa bertahan hingga satu pekan bukan lagi sekenario fiksi ilmiah. Menyikapi ancaman ini, mantan Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Komjen Pol (Purn) Dharma Pongrekun memberikan panduan kritis berupa persiapan “panic kit” atau perlengkapan darurat untuk bertahan hidup selama tujuh hari pertama krisis.
Pernyataan ini disampaikan sebagai bagian dari kesiapsiagaan nasional menghadapi berbagai skenario darurat, mulai dari bencana alam, gangguan keamanan, hingga krisis infrastruktur yang dapat melumpuhkan pasokan listrik secara luas.
“Kesiapsiagaan masyarakat adalah bagian penting dari ketahanan nasional. Setiap orang perlu memiliki kesadaran untuk mandiri saat kondisi darurat, terutama ketika bantuan belum sepenuhnya tiba,” tegas Pongrekun.

Fase Kritis Tujuh Hari Pertama
Pongrekun menekankan bahwa tujuh hari pertama dalam situasi darurat seringkali merupakan periode paling krusial. Pada fase ini, layanan publik dan bantuan dari luar mungkin belum menjangkau seluruh wilayah terdampak secara penuh.
Oleh karena itu, kemandirian setiap keluarga menjadi kunci utama ketahanan. Persiapan yang matang di level individu dan komunitas dapat mencegah kepanikan dan memastikan kebutuhan dasar tetap terpenuhi.
Panic Kit
Berdasarkan imbauan tersebut, setiap rumah tangga disarankan untuk menyiapkan seperangkat perlengkapan darurat yang dapat menopang kehidupan selama minimal satu pekan.
Berikut adalah daftar barang wajib yang harus tersedia dalam “panic kit”:
- Persediaan Makanan & Air: Stok makanan tahan lama (kalengan, instan) dan air minum kemasan untuk kebutuhan seluruh anggota keluarga selama tujuh hari.
- Penerangan & Energi: Senter beserta baterai cadangan dalam jumlah cukup, lilin, korek api, serta power bank terisi penuh.
- Kesehatan & Obat-obatan: Kotak P3K lengkap dan persediaan obat-obatan pribadi yang rutin dikonsumsi.
- Alat Komunikasi & Informasi: Radio portable bertenaga baterai atau engkol untuk memantau informasi dari pihak berwenang.
- Dokumen Penting: Fotokopi atau scan dokumen seperti KTP, KK, sertifikat, dan rekaman medis yang disimpan dalam tempat kedap air.
- Uang Tunai: Persediaan uang tunai dalam denominasi kecil untuk transaksi mendesak saat jaringan elektronik mati.
Dari Takut Menjadi Aksi Terukur
Panduan ini sejalan dengan prinsip kesiapsiagaan darurat internasional. Pakar emergency preparedness global, Aton Edwards, menyatakan bahwa persiapan yang matang mengubah rasa takut menjadi respons yang efektif dan terukur.
“Persiapan darurat mencakup perencanaan, pengetahuan, dan pelatihan. Ketika situasi krisis seperti mati listrik panjang terjadi, respons yang dilakukan bukan berasal dari kepanikan, tetapi dari strategi yang sudah direncanakan,” jelas Edwards.

Kolaborasi Kunci Ketahanan
Artikel ini menutup dengan pesan bahwa ketahanan menghadapi krisis, seperti pemadaman listrik berkepanjangan, dibangun dari kolaborasi. Kesiapsiagaan di tingkat individu dan keluarga, yang didukung oleh edukasi dan koordinasi di tingkat komunitas, akan membentuk jaringan pengaman yang lebih kuat bagi seluruh masyarakat.
Dengan panduan konkret ini, diharapkan masyarakat tidak lagi melihat pemadaman listrik luas sebagai hal yang mustahil, tetapi sebagai skenario yang dapat diantisipasi dengan langkah-langkah persiapan yang sederhana, sistematis, dan menyelamatkan nyawa.



















