Ketika Andrew Meng melepaskan jabatannya di Wall Street pada Januari 2021, ia tidak membawa pulang penghargaan atau bonus besar. Yang ia bawa adalah sebuah pertanyaan yang menggerogoti: bagaimana cara membuat konten yang konsisten viral tanpa kehabisan ide? Empat tahun kemudian, jawaban itu lahir dalam bentuk Yorby AI—platform yang kini mengubah cara kreator dan brand memandang konten sosial media.

Menyakitkan Tapi Tepat

Perjalanan Yorby AI tidak mulus. Didirikan oleh Andrew Meng dan Thomas, startup ini awalnya bergerak di ranah rekrutmen—menawarkan teknologi AI untuk menyaring kandidat dan wawancara awal. Namun setelah ratusan pesan cold outreach dan panggilan dengan calon pelanggan, kenyataan pahit muncul: mereka membangun produk yang bahkan tidak mereka gunakan sendiri untuk merekrut tim internal.

“Ada fase ketika saya tidak bisa mendeskripsikan Yorby AI tanpa menggunakan kata-kata seperti ‘AI-driven’, ‘scalable’, dan ‘end-to-end platform’,” tulis Andrew di LinkedIn. “Kedengarannya mengesankan di pitch deck, tapi ketika saya mengatakannya ke pelanggan sungguhan, mata mereka kosong”

Momen kejujuran itu membawa pivot besar pada Oktober 2025. Yorby AI beralih dari alat rekrutmen menjadi agensi pemasaran bertenaga AI yang berfokus pada User Generated Content (UGC). “Kami memutuskan untuk membangun sesuatu yang menyelesaikan masalah kami sendiri dulu, bukan sekadar ide yang terdengar seksi dan venture-scalable ,” jelas Andrew

Bagaimana Yorby Bekerja

Yorby AI kini beroperasi sebagai platform intelijen konten yang menggabungkan tiga fitur utama. Pertama, AI Content Remixer—alat yang memungkinkan pengguna mengunggah video viral dari TikTok atau Instagram, lalu AI akan menganalisis struktur, pacing, visual, dan transkripnya untuk menghasilkan skrip baru yang disesuaikan dengan audiens atau produk target.

Kedua, Viral Organic UGC Database, sebuah perpustakaan ratusan konten berperforma tinggi dari brand software yang diorganisir berdasarkan platform, format, dan niche. Database ini diperbarui mingguan untuk membantu pengguna menangkap tren sebelum mencapai puncak .

Ketiga, Competitor Account Spy Tool, fitur yang memungkinkan pengguna mengintip akun Instagram atau TikTok mana pun—mengumpulkan data performa, tingkat engagement, dan konten yang sedang naik daun. Bukan lagi tebakan, ini adalah intelijen pasar nyata .

Platform ini telah menarik lebih dari 10.000 pengguna sejak diluncurkan, dengan klaim telah menghasilkan lebih dari 300 juta tayangan untuk kreator dan brand.

Dibuat oleh Kreator, untuk Kreator

Keunikan Yorby terletak pada DNA pendirinya. Andrew Meng, yang kini dikenal sebagai @mengmengduck dengan lebih dari 800.000 pengikut di Instagram dan TikTok, memahami frustrasi creator burnout secara personal. “Saya kehabisan ide,” akunya. “Hubungan saya dengan konten sekarang lebih kepada kelelahan daripada antusiasme”.

Bersama Thomas yang memiliki 180.000 subscriber YouTube, mereka telah membangun personal brand dengan total lebih dari 1,5 juta pengikut. Pengalaman ini menjadi fondasi algoritma Yorby—bukan teori dari ruang rapat, tapi hasil dari ratusan juta tayangan yang benar-benar mereka ciptakan di lapangan.

“Kreativitas adalah remix ,” ujar Andrew. Dengan sistematisasi proses itu, Yorby bertujuan membantu kreator melewati paralisis halaman kosong tanpa bergantung pada tren atau tebakan semata.

Model Bisnis dan Ambisi Besar

Yorby menawarkan model berlangganan berbasis kredit. Paket Solo dibanderol 33 per bulan (atau400 per tahun) dengan 24.000 kredit tahunan, sementara paket Team seharga 50 per bulan (600 per tahun) menawarkan 60.000 kredit dan ruang kerja kolaboratif hingga 10 anggota tim. Untuk organisasi besar, tersedia opsi Enterprise dengan volume kredit kustom dan manajer akun dedikasi .

Namun Andrew membingkai kesuksesan secara berbeda. “Jika kami bisa membantu 10.000 kreator mencapai 10.000 pengikut, itu akan menjadi sinyal besar untuk dicapai,” katanya. Bukan pendapatan atau valuasi, tapi pertumbuhan komunitas kreator yang menjadi metrik utamanya.

Platform ini juga telah menjadi andalan brand-brand besar seperti Coffee Meets Bagel, dengan testimoni dari Shaun, Marketing Manager: “Tim ini sangat familiar dengan konten short-form dan mampu bekerja dengan kreator secara independen untuk menghasilkan konten viral” .

Menggantikan Agensi Tradisional

Ambisi terbesar Yorby tidak main-main: menggantikan agensi pemasaran tradisional yang menurut Andrew sering membebankan biaya ribuan dolar untuk hasil yang medioker. Dengan mengotomatisasi sourcing, pelatihan, dan manajemen kreator, Yorby menawarkan efisiensi yang tidak mungkin dicapai oleh model agensi konvensional.

Perjalanan dari Wall Street ke startup AI ini mencerminkan narasi klasik Silicon Valley—tapi dengan sentuhan yang lebih manusiawi. Andrew tidak berpura-pura memiliki semua jawaban. Ia hanya membangun alat yang ia sendiri butuhkan ketika berdiri di depan kamera, bingung harus membuat apa selanjutnya.

Dan kini, 10.000 kreator lain sedang menggunakan alat yang sama untuk menjawab pertanyaan yang sama: What do I make?